Malam yang di tunggu akhirnya tiba. Kaivan beserta orang tuannya sudah menunggu di restoran tempat pertemuan. Sekitar tiga puluh menit kemudian Jaka membawa putri dan istrinya ke tempat yang sama. “Apa kami terlambat lama sekali?” tanya Jaka sebelum duduk. Namun pandangan Eksha tertuju pada satu lelaki yang sangat di kenalnya. “Kamu melihat apa nak?” tanya Kirana lembut. “Apa dia tunangan Eksha?” sedikit mengernyitkan dahi, Eksha tak sungkan untuk mengambil duduk di samping lelaki itu sebelum mendapat jawaban dari sang calon mama mertua. “Apa kamu menyesal?” tanya Kaivan yang merasa aneh saat Eksha sudah berada di sampingnya. “Tidak,” senyum lebar yang di tunjukkan oleh Eksha mengundang banyak tanya. Agni, Kirana, Jaka dan Mia terpaku dengan apa yang di lakukan oleh

