65 — Tangisan Khawatir

1728 Kata

Bersyukurlah hari ini hanya ada satu kelas. Jadi Yara tidak harus berlama-lama di kampus ini. Yara juga tidak perlu membagi pikirannya untuk mengkhawatirkan Daru serta mencerna perkuliahan. Tetap saja Yara nggak bisa mengatasinya, mana masuk penjelasan-penjelasan dosen dari tadi. Yara menilik lagi ponselnya, membuka pesan yang ia layangkan kepada Mbak Desi. Belum terbalas. Pasti Mbak Desi sibuk, melihat bagaimana kondisi rumah yang sedang berantakan. Mbak Desi harus mengurusi dua orang yang sedang dilanda masalah. Pasti membuat Mbak Desi tidak sempat membuka ponselnya. Kelas sudah berakhir dan Yara dan Braga masih di dalam kelas. Braga memang sengaja untuk menemani Yara karena takut Yara akan dibully banyak orang. Braga tahu betul kini kedua sohibnya sedang menjadi pembicaraan yang hang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN