Yara menatap langit-langit kamarnya. Pikirannya melayang ketika peristiwa di restoran kala itu. Membentak ibu Daru yang seharusnya ia hormati. Menyesal sekaligus sedih, bagaimana bisa ia berperilaku tidak dewasa sekali. Melakukan kesalahan kecil tapi sangat fatal. Di mana ia belajar sopan santun, kenapa Yara sampai mengatakan ucapan yang membuat Daru dan perempuan itu menatapnya selidik dan kecewa. Di depan ibu orang yang ia cintai. Yara sungguh menyesal mencoba untuk menjadi pahlawan ternyata hanyalah seorang pengganggu. Setelah pertemuan itu, Daru juga tidak mengajaknya ngobrol. Wajahnya mengeras sembari menatap fokus jalanan. Tak ada lagi sapa dan ucapan mesra dari Daru. Hanya ada keheningan luar biasa. Rasanya Daru seperti membangun tembok besar dalam di antara mereka. Yara, tak ing

