"Kenapa sih kalian ganggu gue, gue lagi main gini. Sial!" Teriak Faisal pada temannya yang meneleponnya tiba-tiba padahal ia sudah bilang kepada temannya kalau bisa nanti tapi mereka tetep kekeuh menghubunginya. Faisal bahkan hampir membanting ponselnya seharga puluhan juta. Napasnya memburu dan sangat emosi kali ini. "Tapi ini penting Sal dan gue baru bisa hubungi lo sekarang. Lo ganti nomer juga gak bilang." "Alah cepat katakan apa yang mau lo, lo pada laporin!" Suara Faisal masih meninggi dan tak sabaran juga. "Ini soal murid baru." "Murid baru?" "Lo lupa kah Sal? Murid baru yang bantuin Dipta bebas dari jeratan kita beberapa hari yang lalu." "Ouh bocah itu, kenapa sama dia?" Faisal kini merebahkan tubuhnya di atas kasur dan telingnya di letakan di samping telinganya. Faisal s

