LIMA TAHUN DISELINGKUHI 30 "Mas, antar kamu pulang, ya." Mas Rashad menghampiriku sambil berucap lembut. Aku yang masih sangat kesal pada Mas Reksa, seketika mengalihkan perhatian padanya. "Pulang?" tanyaku gusar. "Iya!" Dia mengangguk. "Kenapa pulang? Lalu bagaimana dengan Maisa?" tanyaku masih dengan gusar. "Insya Allah Maisa akan baik-baik saja." "Kita harus segera menjemputnya, Mas. Dia belum makan siang. Belum tidur juga. Dia pasti sangat lapar dan mengantuk." "Kita tidak bisa menjemputnya. Penculik itu belum memberikan alamat." "Tapi, Mas ...!" "Mas janji, Insya Allah sore ini Maisa sudah kembali dalam kondisi sehat wal'afiat. Tidak kurang suatu apapun." "Mas Rashad mau menemui penculik itu?" "Iya." "Tapi dia sudah meminta hanya Mas Reksa yang boleh datang." "Lalu apa

