BAB 76 - Pilihan Tanisha

1447 Kata

Sabda melangkahkan kakinya dengan lemas, dia benar-benar tidak akan menyangka akan seperti ini. Awalnya dia akan meminta izin secara baik-baik, Tapi semua sudah terlanjur. Nasi sudah menjadi bubur, Farid sudah tahu segalanya. Pantas aja kalau dia sangat marah, ayah mana yang rela anaknya diperlakukan seperti itu. Penyesalan memang selalu datang belakangan, kalau tahu akhirnya akan begini. Pasti Sabda akan lebih meminta izin terlebih dahulu kepada Farid. Sabda melangkahkan kakinya keluar dari apartemen tersebut. Dia memilih mencari hotel yang terdekat dari sana. Setelah mendapatkan hotel yang dia tuju, Sabda segera menuju hotel tersebut. Untungnya jarak hotel dan apartemen tidak terlalu jauh, sesampainya di hotel Sabda langsung mengeluarkan ponselnya. Dia segera mengirimkan pesan kep

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN