Save Me 59

2644 Kata

Ketika memasuki ruang terapi, aku melihat beberapa helai kabel. Sejujurnya aku penasaran, untuk apa kabel-kabel itu? Setelah melihat ke arah kiri, terlihat, seorang perempuan membereskan kabel yang berserakan di atas troli yang didorongnya.  "Nona Septi Lyan, ya?" tanya perempuan tersebut. Aku mengangguk. "Iya, Teh." "Silakan rebahan di sini, ya." Perempuan itu menunjukkan tempat untukku berbaring. Ia berjalan ke arah kanan dan membuka gorden berwarna ungu yang menjadi pembatas antara tempat tidur pasien lainnya. "Silakan berbaring dulu, ya, Teh." Perempuan itu pun meninggalkan aku. Aku menuruti perintahnya, berbaring dan meluruskan badan. Setelah mendapat posisi nyaman, tiba-tiba perluan itu datang lagi membawa botol yang diduga minyak. Lalu, ia memijat wajah dan kepalaku. "M

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN