Save Me 79

1125 Kata

Sejak dilakukan tindakan Lumbal Pungsi, aku lebih sering merasakan perih di dalam kepala. Setiap malamnya harus selalu ada orang yang membelai kepala termasuk rambutku. Baik Mama, Papa ataupun Teh Widi, mereka selalu melakukan hal itu. Bahkan, ketika aku tidur, beberapa kali aku tak sengaja memergoki Alfa yang ikut menggantikan tangan Mama. Entahlah, kapan pemuda itu menyerah dan berhenti mendekati aku? Tidak ada adik di sini. Sebenarnya aku sangat merindukan Avril, tetapi dia masih anak-anak. Gadis itu baru masuk kelas enak sekolah dasar. Keluargaku merahasiakan penyakit ini darinya. Adikku Avril hanya tahu, bahwa aku sakit lambung. Hari ke tujuh berada di rumah sakit sudah mulai membosankan. Rasanya aku ingin segera pulang. Namun, dokter belum membolehkan. Aku masih butuh pera

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN