103

1506 Kata

Kris menghembuskan nafasnya dengan berat saat dibalik kemudinya. Sekarang dia berada di depan rumah Vanessa. Lelah rasanya menuruti permintaan Dean. Ingin rasa kabur dari semua beban pekerjaan, tapi dia juga butuh uang. Jika tidak ada uang bagaimana bisa hidup? Segalanya butuh uang walau uang bukanlah segalanya. “Kalau bukan karena uang. Aku lebih baik rebahan di kasur deh. Tidur sambil leyeh - leyeh santuy. Rasanya memang indah sekali,” ucapnya sambil membayangkan diri sendiri bermanja - manja di bawah selimut. “Ayoo semangat Kris! Bapak dan Emak di kampung butuh kiriman uang. Semangat anak kesayangan emak,” ucapnya menyemangati diri sendiri. Jari - jemarinya membuka pintu mobil. Mobil yang didapatkannya dengan kerja keras bagai kuda mencicil jutaan rupiah untuk mendapatkan kendaraa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN