102

1507 Kata

Saat Dean melangkahkan kakinya masuk ke dalam rumah betapa terkejutnya dia saat melihat sosok wanita yang menatapnya dengan marah. Bulu kuduknya meremang saat dilihatnya wajah Keira terlihat memerah seperti banteng siap menyeruduk kain merah yang sudah melambai - lambai ke arahnya. “Mati aku,” gumamnya pelan. “Hai, Sayang. Kamu lagi ngapain di situ?” tanya Dean berpura - pura tidak ada masalah apapun. Bukannya mendapatkan jawaban yang menyenangkan, raut wajah Keira malah semakin memerah menatapnya. “Kenapa Sayang? Kamu lagi alergi makanan yaa Sayang. Kok wajahmu merah kayak gitu,” ucap Dean semakin menghayati kepura - puraannya. “Siapa Vanessa?” tanya Keira tanpa berbasa - basi lagi. Dean menelan salivanya saat Keira menanyakan siapa Vanessa. Sepertinya aku harus bilang yang sebena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN