Rahasia Naga

1274 Kata
“Mentor garuda, aku tahu apa menyebabkan Arsada mudah mengamuk jika dibentak. Dari cerita yang diutarakan Angelia, Arsada sangat terpukul saat kehilangan pamannya di malam pertarungan nega elemental yang terjadi belasan tahun yang lalu. Karena itu Arsada sering menyendiri dan jarang bergaul dengan saudara sendiri serta teman sekelas. Hanya ada beberapa orang yang dekat dengannya, paling utama Angelia. Arsada sendiri mengaku jika dia bukan shape shifter murni,” kata Wiragni. “Maksudnya bukan shifter murni itu apa?” tanya Anwu. “Mudahnya saja Arsada diberikan anugerah dari naga elemental yang sekarat,” jawab Wiragni. “Hmmm, apa mungkin hal ini bisa terjadi? Sebaiknya kita tanyakan saja pada Karunia,” ajak Anwu. Mereka berdua mendatangi rumah seorang peneliti yng ada di sana. “Tok tok tok,” suara pintu yang dketuk dengan sedikit tenaga. Sang pemilik rumah pun membuka rumah. “Mentor, ayo masuk. Aku harap jangan ada yang mengikuti kalian,” kata Karunia. “Aku jamin tak ada yang mengikuti kami. Aku ada sesuatu yang mau aku katanya,” kata Anwu sambil melangkahkan kaki memasuk area dalam rumah. Wiragni ikut serta masuk ke rumah tersebut. “Kebetulan aku sesuatu yang perlu diperlihatkan.” Karunia menutup rapat pintu rumah. Karuania berjalan di depan, diikuti Anwu dan Wiragni. Sebuah ruangan tersembunyi didatangi. Tangan kanan digunakan sebagai sebuah kode pembuka. “Sebelum aku masuk, kalian ingin naga mati atau terus hidup?” tanyanya. “Hidup,” jawab kedua mentor secara serentak. “Kalau begitu ayo masuk.” Pintu rahasia terbuka, mereka bertiga melanjutkan masuk ke dalam sebuah laboratorium cukup kecil tapi penuh dngan alat yang serba canggih. Tempat tersebut seperti ruang penelitian serba guna. Bukan itu yang membuat Anwu terkejut, tapi kehadiran istri dan kedua anak Karunia. Tablet data pun diserahkan pada kedua mentor. “Prof, apa ini?” tanya Wiragni. “Ini adalah tempat penelitian keluarga kami. Kami semua peneliti,” jawab Karunia. Tabel terus dipantau setiap data yang tersajikan. Namun ada beberapa data yang tak sesuai dengan ketentuan pada umumnya. Karena itu Anwu melihat hasil rekaman video tentang sel darah. Yang ada di sana terdapat sebuah sel asing yang berdampingan dengan sel tubuh yang asli. Kedua sel tersebut saling bersinergi tanpa ada yang mengganggu sama sekali. Namun sel asing mendekati sel asli dan bergabung menjadi sebuah kesatuan sehingga membentu sel baru. Setelah beberapa saat itu berpisah dan terbentuk seperti semula. “Prof, apa-apaan ini?” tanya Anwu sambil menunjukkan sebuah rekaman. “Itulah yang akan aku beritahukan kepadamu. Arsada itu sebenarnya bukan shifter. Dia hanya manusia biasa yang bisa menjadi shifter. Entah sel apa itu aku tak tahu. Tak ada hal jelas yang tercatat di sini.” Karunia menyalakan sebuah alat pengendali jarak jauh. Layar lebih besar diperlihatkan. Sel yang bersatu ketika dimasukkan sebuah zat asing maka sel tersebut berpisah dengan konsekuensi suhu yang meningkat tajam. Setelah beberapa saat sel akan kembali bersatu dan suhu menjadi normal. “Yang ada di dalam tubuh Arsada secara umum adalah sel gabungan. Jika terkena sebuah zat asing tertentu maka sel tersebut akan berpisah. Sel asing akan bereaksi dan membentuk sebuah pertahanan layaknya suami mempertahankan istirnya,” imbuhnya. “Jadi, apa karena ini Arsada sering mengamuk dan di luar kendali?” tanya Wiragni. “Maaf, soal mengamuk itu masalah psikis dan kami bukan psikolog. Secara garis besar ini yang mengakibatkan Arsada kesakitan saat disuntukkan cairan tes bagi para shape shifter. Intinya dia kebal terhadap banyak hal, terutama racun,” kata istrinya Karunia. “Wow, sangat menarik sekali. Andaikan saja dia jadi anakku,” kagum Wiragni. “Tapi aku mohon jangan sebarkan ini pada siapapun. Hanya ada tujuh orang yang tahu rahasia ini,” kata Karunia. “Mengapa? Bukankah ini hal yang bagus?” tanya Anwu. “Resikonya terlalu besar. Jutaan orang anak mati dalam penelitian ini. Lihat video selanjutnya.” Tangan kanan Karunia mengendalikan penuh atas kuasa layar besar tersebut. Sebuah video terlihat di sana. Ketika sel asing dipisahkan dan dipintahkan maka sel tersebut masih bisa bertahan hidup. Namun ketika sel asing disandingkan dengan sel dari tubuh lain maka sel tersebut akan dimakan hidup-hidup. Sel asing bisa berkembang sambil memakan sel asli hingga tak tersisa sedikit pun. Begitu juga dengan zat racun sang beberapa zat cair lainnya. Hal ini berbanding terbalik dengan sel gabungan jika dimasukkan ke dalam sel yang berbeda. Sel asing tetap menempel ke sel asli Arsada. Jika terpisah, maka sel tersebut segera kembali. “Aku mengerti. Intinya sel asing dan sel Arsada sangat eksklusif bagaikan sebuah magnet. Menyembunyikan ini sebagai sebuah langkah pengamanan yang tepat,” kata Anwu. Video berikutnya diperlihatkan lagi. Kali ini tentang zat terakhir yang disuntikkan ke dalam tubuh Arsada sebelum naga tersebut membeku. Memang zat khusus memisahkan kedua sel tersebut. Namun sel asing segera bereaksi dengan cepat. Sel tersebut memakan zat khusus berpotensi meledak jika terkena sinar gamma. Sel asing dipisahkan dan disinari dengan beberapa jenis sinar. Tiada  kerusakan yang terjadi pada sel tersebut. Malah sel asing terlihat seolah-olah membuat pertahanan khusus. Sel asli Arsada dimasukkan, kedua sel terebut langsung bersatu dengan suhu yang meningkat sangat tajam. “Jadi suntikan yang masukkan kemarin?” tanya Anwu. “Aku gagal melaksanakan tugas. Cairan itu tak ada gunanya sama sekali, termasuk juga cairan yang dulu pernah disuntikkan sebagai bentuk sebuah kekebalan,” imbuh Karunia. “Lalu, bagaimana jika kita ambil sampel sel saat Arsada sedang berubah menjadi naga elemantal dengan sebuah cairan khusus,”pendapat dari Wiragni. “Itu akan sia-sia saja, sebab sel asing akan memangsa cairan tersebut hingga tak tersisa.” Kabar tentang kebenaran tubuh Arsada mereka sepakati untuk ditutup rapat-rapat. Tiada orang lain yang boleh tahu atas hal ini. Video tentang sel asing dikunci dengan tujuh lapis password dari tujuh orang berbeda yang diberi label hasil kreatifitas di usia dini. Video tersebut tidak bisa dipindahkan dan hanya bisa dilihat dengan membuka salah satu kode oleh orang yang sama melalui mata dan sidik jari. *** Untuk mengelabuhi semua tentang penelitian tersebut, para mentor sengaja menyebarkan sebuah berita yang memang mereka dapatkan sendiri dari Arsada. Mereka sengaja membuat informasi tentang Arsada yang satu-satunya korban selamat dari serangan naga elemental yang pernah terjadi belasan tahun yang lalu. Kabar tersebut segera menyebar luas dikalangan akademi. Namun, tanpa disadari dengan menyebarkan kabar tersebut muncul sebuah spekulasi yang aneh. Ada yang menyebut Arsada sebagai anak ajaib, ada juga yang menyeut sebenarnya Arsada naga itu sendiri yang kehabisan tenaga sehingga berubah menjadi anak kecil, ada juga yang menyebutkan jika Arsada anak dari naga tersebut. Kabar yang lain malah menyebutkan ada naga elemental lain yang masih hidup sebab tak mungkin sel naga ayah bisa menurun pada anak laki-laki. Yang lebih aneh menyebutkan Arsada hanya sebuah kloning semata. Kabar tak biasa tersebut langsung menyebar dan diterima di telinga Nina dan teman-temannya. Mereka mendatangi sang ketua FDF sekaligus saudari dari Arsada, Angelia. “An, bagaimana pendapatmu tentang nagaku itu? Aku tak suka dengan yang diucapkan mereka,” kata Nina. “Sudahlah teman-teman. Kita tak usah menghiraukan mereka. Hanya ada satu orang yang tahu tentang seluk beluk Arsada yaitu aku. Ayah dan ibu saja tak bisa lebih tahu daripada aku. Jika ada apa-apa tanyakan saja padaku. Anggap mereka semua sedang melakukan sebuah kabar dusta alias hoax,” kata Angelia. “Tapi aku tak suka mereka menjelek-jelekkan nagaku,” kata Nina. Wajah sedikit ada rasa kecewa atas kabar tersebut. “Nina, jangan hiraukan mereka. Sekarang ayo kita latihan untuk persiapan pertandingan individu,” kata Janisha. “Tapi…,” kata Nina sedikit pelan. “Saudarinya naga saja cuek bebek, kamunya saja yang terlalu berlebihan. Pertandingan akan segera dimulai dan itu lebih penting,” kata Rosmina. “Siapa bilang aku cuek. Aku sedang memikirkan bagaimana caranya agar bisa menemukan orang tersebut, tahu. Enak saja mengatakan saudaraku seenak hati,” kata Angelia dengan nada sedikit tinggi.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN