Aldo meletakkan ponselnya saat Lenka tidak lagi membalas pesannya. Ia memijit pelan pelipisnya. Rasa nyeri serta pusing masih berkeliaran di kepalanya. Mungkin karena aksi bodohnya yang rela kehujanan di depan rumah Lenka kemarin. Hari ini, Aldo tidak pergi sekolah. Mengingat kesehatannya yang benar-benar buruk, membuat Lily mengomel pagi-pagi sebab dirinya yang datang ke dapur untuk sarapan seperti biasa lalu pergi ke sekolah. Dengan intonasi ala-ala emak galak, Lily memerintah Aldo untuk segera naik pergi ke kamarnya dan istirahat. Mau tidak mau, Aldo menurutinya. "Aldo, bangun, sayang. Makan siang dulu, baru minum obat." Lily berteriak dari luar kamar. Seharian ini, wanita itu tidak ada henti-hentinya datang ke kamarnya untuk sekedar mengecek keadaannya. Terkadang, Aldo sebagai an

