25. Misteri es cendol

780 Kata

06.00. Seperti biasa, setiap pagi Lenka selalu bangun dan menyiapkan kakaknya sarapan walau dirinya tidak berangkat ke sekolah. Terkadang, ia sedikit menyesal tidak memperkerjakan pembantu. Seharusnya, jam segini ia masih tidur karena tidak melakukan apa-apa. Ini justru sebaliknya. "Masih di skors, Dek?" Raka bertanya seraya melahap nasi goreng ala-ala buatan adiknya itu. Walau masih SMA, Lenka pandai dalam hal di dapur.  Lenka mengangguk, "Masih, Bang." Raka mengunyah makanannya, "Emang berapa lama?" "Satu minggu." "Se-parah itu?" Lenka menghela napasnya, "Nusa Jaya emang agak ketat katanya." Raka hanya menggeleng-gelengkan kepalanya tidak mengerti lagi dengan apa yang dialami adiknya. Kehidupan Lenka ternyata jauh lebih menyedihkan daripada dirinya. Ia yang sering membuat onar sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN