24. Dua sisi

695 Kata

Lily tidak ada henti-hentinya menangis saat putranya datang dengan keadaan kacau yang ditemani oleh sahabatnya, Rian. Aldo memejamkan matanya sebab suara bising ibunya membuat pening di kepalanya makin menjadi-jadi. Cowok itu mengibaskan tangannya mengisyaratkan ibunya untuk diam dulu.  "Ma, aku nggak papa." Aldo berusaha berkata agar ibunya tidak cemas berlebihan.  Lily menggeleng-gelengkan kepalanya, "Kamu nggak baik-baik aja! Kenapa bisa gini sih, Nak?" Lily menangkup wajah putranya itu, "Badan kamu panas!" Aldo semakin meringis. Ibunya terlampau lebay. Tetapi ia juga memaklumi, ibunya bersikap seperti ini karena sangat sayang dengan dirinya. "Rian, bawa Aldo ke kamar, ya. Tante mau ambilin kompres dulu." Lily berkata dan melangkah menuju dapur setelah Rian menganggukan kepalanya. 

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN