Lenka pergi ke lokasi yang sudah Kesha kirim. Pandangannya menyapu ke sekitar. Tidak ada tanda-tanda orang akan datang. Hanya dirinya di sini sendiri. Ia menoleh ke belakang. Mengarah restoran yang sudah lama tutup. Terlintas dipikirannya tentang kejahatan yang akan dilakukan Kesha padanya. Tetapi, ia segera menggelengkan kepalanya. Mengusir pikiran yang bisa saja membuat ia nekat berlari dari sini. "Ini dia mau nipu gue apa gimana?" ucapnya. Sudah setengah jam ia menunggu. Tetapi tidak ada tanda-tanda Kesha akan muncul. Drttt drttt drttt Panjang umur. Orang yang ditunggu-tunggu meneleponnya. Lantas, Lenka mengangkat panggilan itu tanpa ragu. "Lo mau nipu gue? Lo di mana? Gue--" Lenka memberhentikan ucapannya mendengar Kesha tertawa keras disebrang telepon. "Jadi, lo serius datang?"

