Lenka melempar asal tas-nya seraya menghempaskan bokongnya di atas sofa ruang tamu. Gadis itu memijit pelipisnya. Merasa pening sebab kejadian tadi. Ia tidak menyangka sebelumnya, drama seperti itu berakhir pada dirinya. Suara ponsel miliknya berdering membuat Lenka membuka matanya. Ia mengambil tas-nya dan merogohnya. Mengambil ponselnya untuk melihat siapa yang telah menelponnya. Setelah tahu siapa yang telah meneleponnya. Ia melempar ponselnya ke sofa di sampingnya. Lalu kembali menyenderkan punggungnya. Melihat namanya saja, mampu membuat hatinya sakit kembali. Gadis itu termenung. Mengingat perkataan beberapa waktu lalu yang sukses membuat hatinya tergores. Awalnya ia berpikir. Aldo tidak seperti Rio. Tetapi nyatanya, jauh lebih mengerikan dibanding Rio. Lenka mendesah kasar. Menu

