Lenka terdiam saat Rio serta Adit datang dan bergabung dengan dirinya, Aldo, Tara dan Syila. Cowok itu pun terlihat sama dengan ekspresi dirinya. Hanya diam, sesekali mencuri pandang ke arah Lenka. "Lo ngapain, sih ke sini? Sana jauh-jauh!" Syila mengusir Adit seperti mengusir hewan pada biasanya. Adit mengerucutkan bibirnya, "Kok gitu? Kamu nggak ada niatan buat nyusul kayak Lenka sama Aldo?" Syila melipat kedua tangannya di depan d**a dengan wajah angkuhnya, "Ada. Tapi, bukan sama lo!" Bagai belati yang menusuk hatinya, Adit merasa sekujur tubuhnya melemah. Jika bukan karena Rio yang menahannya, mungkin Adit akan benar-benar terkapar di lantai kantin yang kotor itu. "Aldo, pindah meja, yuk." Lenka meminta setengah berbisik. Aldo mengerutkan keningnya, "Lah, bukannya kamu yang minta

