35. Si pemberi misterius

981 Kata

"Bang, bangunn! Udah mau maghrib. Cepat mandi terus sholat."  Sudah hampir sepuluh kali Lenka membangunkan kakaknya itu. Namun, tak kunjung beranjak dari tempat tidurnya. Bahkan, menutupi wajahnya dengan bantal agar lepas dari amukan adiknya itu. Ya, Raka langsung ter-tidur di kamar Lenka. "Bang, bangun cepat! Nggak boleh tidur pas maghrib." Lenka mengguncang-guncang tubuh kakaknya. Namun, kakaknya itu sama sekali tidak merasa terusik. Bahkan, badannya saja tidak bergerak saat ia mengguncangnya. Ciri-ciri kebanyakan dosa. "Sepuluh menit lagi deh." Raka akhirnya bersuara dibalik bantalnya. "Apanya yang sepuluh menit lagi? Lima menit lagi adzan maghrib!"  Lenka menggeram kesal. Menatap tubuh kakaknya yang tidak bergerak. Lalu, pandangannya jatuh ke arah ponselnya yang menyala karena ad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN