31. Murid baru

1115 Kata

Lenka duduk di kursi meja belajarnya sambil menatapi dream catcher yang menggantung indah di dinding. Ia menghela napasnya, menopang dagunya tanpa mengalihkan perhatiannya. "Di sini yang jadi korban, gue atau dia?" Lenka bergumam seakan tengah berbicara kepada dream catcher-nya. "Kok jadi dia yang marah?" ucapnya lagi. Sungguh, hatinya bertanya-tanya. Kenapa di sini Lenka yang menjadi tersangka? Bukan kah cowok itu yang lebih dulu memulai masalah? Sudah seharian ini, Lenka memikirkannya. Berpikir tentang apa yang harus ia perbuat. Harus memohon maaf atau justru sebaliknya. Seakan si tersangka masih abu-abu di penelitiannya. "Lenka, makan, Dek. Abang beliin nasi goreng sama martabak. Di makan, ya. Awas aja lo nggak makan." Itu suara Raka yang berteriak dari luar kamar Lenka. "Iya, Bang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN