Lenka menepuk-nepuk seragam serta rok-nya yang sudah setengah kering karena panas matahari masih terasa. Ia mendengus kesal, melihat kanan kiri yang sama sekali tidak ada tanda-tanda bahwa akan datang adanya sebuah abang ojek. "Rese banget, ah, Bang Raka. Nggak bolehin gue make mobil lagi. Kalo gini kejadiannya, kan, susah." Lenka menggerutu sendiri. Memang, setelah kejadian Lenka kembali menghilangkan kunci mobil, kakaknya itu tiba-tiba saja melarangnya untuk ke sekolah mengendarai mobil dan menyuruhnya untuk berangkat memakai taksi saja. Padahal, mobil itu hak milik Lenka yang diberikan ayah-nya. Raka telah merampas barang miliknya! Tetapi, ia menghela napas saja setelah memikirkan bahwa tindakan Raka itu terlalu berlebihan. Karena memang pada dasarnya, apa yang kakaknya itu lakukan a

