Seorang cowok yang tengah berdiri di atas rooftop, menatap lurus ke arah depan dengan pandangan kosong. Sepucuk rokok yang berada di antara jari telunjuk serta jari tengahnya, ia menghisap rokok itu sebagai alat penenangnya. Sesekali, cowok itu menyunggingkan senyumnya. Mengingat kejadian beberapa waktu lalu di perpustakaan. Kejadian yang begitu menyayat hatinya. Bukan kejadian ia berkelahi dengan Dion. Tetapi, kejadian sebelum itu yang membuat ia justru menonjok Dion. "Aldo." Cowok yang dipanggil namanya itu sontak menoleh. Mendapati seorang gadis yang melangkah ke arahnya.Aldo kembali menghadap depan, seakan tidak memperdulikan dengan kedatangan gadis itu di sini. "Aldo," panggil Lenka sekali lagi. Terlihat, Aldo tidak menghiraukannya, seakan Lenka hanya angin lalu di situ. Gadis i

