"Gerald! Kamu kenapa hanya diam saja?" tegur Angel. "Maksud kamu?" ucap Gerald tidak mengerti. Aku benci dengan Raihan. Dia itu selalu menggangguku. Kenapa kamu tidak membantuku menjauhkan diri darinya? "Untuk apa aku membuatmu menjauh dari Raihan? Dia tampan dan juga senior executivemu kan?" Gerald lalu berjalan melewati Angel, entah kenapa dia tidak suka dengan tatapan Angel yang menyuruhnya menjadi tameng untuk hubungannya dengan Raihan. "Jadi si bos tanya apa sama lo?" tanya Cinsi penasaran Angel duduk kembali ke tempat kerjanya dan mengurut pelipisnya, rasanya kepalanya penuh pikiran, tak mampu berpikir sehat menganalisis laporan lagi, mungkin sebentar lagi ada bencana menghampirinya, apalagi Raihan memutus telfonnya secara sepihak. "Enggak tau, gue pusing gue bingung harus res

