Tadinya Gerald mau menunggu Aline, dia mau menemani Aline di rumah. Kenyataan bahwa Aline yang membunuh Julian adalah hal yang membuatnya sakit hati. Gerald sampai berpikir keras, apa yang sudah membuat Aline tega membunuh pacarnya sendiri. Gerald tidak peduli lagi keadaan Aline, gadis itu pingsan di kamarnya. Gerald membanting kasar pintu rumah Aline dan kembali pulang menuju apartemennya. "Dasar pembunuh!!" umpat Gerald di mobilnya. Dia memukul setir mobilnya. Emosinya meluap sekarang. Dia menancapkan gas tanpa ragu, melewati batas kecepatan rata-rata, dia marah dengan Aline. Sangat marah. Aline membunuh sahabat satu-satunya. Gerald masuk apartemen dan membanting pintu apartemennya. Dia berteriak kencang meluapkan amarahnya. "Kenapa?! Kenapa harus Aline?! KENAPA!!?" teriak Gerald. D

