Bram mengusap wajahnya kasar, dia gelisah dengan keadaan Aline. Dokter belum juga keluar dari ruangan. Nasya sudah kembali ke ruangan ayahnya yang kecelakaan. Tinggal Brama seorang diri. Dia berniat menelpon ibunya, tapi dia merasa bingung, jika dia menelpon ibunya dia harus mengatakan apa nantinya? Dokter keluar dengan wajah senang. Brama melihatnya agak sedikit lega, kemungkinan Aline baik-baik saja. "Alhamdulillah, istri anda baik-baik saja. Dia berhasil memuntahkan semua racun yang dia minum, untungnya anda telah memberikan pertolongan pertama." "Eh? Bukan dok, dia bukan istri saya. Saya saudaranya," ucap Bram meringis. Dokter itu seketika tertawa. "Baiklah, nanti saya resepkan obat untuknya, diminum setelah makan ya," ucap dokter itu. Bram mengangguk lalu masuk ke dalam ruangan,

