Pangeran Athar berjalan santai menuju lift.
Dia akan menuju lantai paling atas ARO hotel yaitu lantai yang seluruhnya hanya ada kamar pribadi Pangeran Athar saja.
Saat Pangeran Athar memasuki lift, bersamaan itu Asya juga masuk ke dalam lift yang sama.
Hanya ada mereka berdua di dalam lift itu. Pangeran Athar dan Asya.
Asya menekan tombol ke lantai 26 menuju lantai kamar hotelnya. Dan Athar menekan tombol ke lantai 30.
Saat lift mulai bergerak naik. Tiba tiba Pangeran Athar merasakan tercekat pada lehernya dan merasakan panas yang mulai menjalar di seluruh tubuhnya.
"eugghh" Pangeran sedikit merasa sangat tidak nyaman pada tubuhnya.
Asya segera menoleh dan terkejut melihat orang yang berada di sampingnya tiba tiba seperti kesakitan.
"e.. ada apa Tuan ?" tanya Asya khawatir pada orang itu.
Seketika itu tubuh Pangeran Athar hampir merosot dan dengan refleks cepat Asya menyangga tubuh Athar agar tidak ambruk.
"T-tuan.. apa perlu saya bawa ke rumah sakit ?" Asya panik melihat pria itu kesakitan.
"tidak.. tidak usah. Tolong antarkan saya kembali ke kamar saya saja" Jawab Athar dengan menahan rasa yang tidak nyaman dan merasa tubuhnya semakin panas.
"rrgghhh" Athar menggeram lagi.
Posisi Asya yang menahan Athar dengan memeluk tubuhnya, tiba tiba membuat sesuatu di bawah sana terbangun. Athar berusaha menahan hasratnya yang terpancing. Walaupun sangat susah karena menghirup aroma wanita itu membuat hasratnya semakin memuncak. Tapi Pangeran Athar masih bisa mengendalikannya.
Athar berusaha mengendorkan dasinya dengan satu tangan, melepas dan membuangnya ke sembarang arah. Melepas kancing bajunya paling atas supaya bisa sedikit bernafas lega.
Sesampainya di lantai paling atas. Asya memapah pria itu sampai ke depan pintu kamar yang di sebutkan pria itu.
"Tuan kita sudah sampai. Dimana kartu untuk membuka pintunya ?" tanya Asya pada pria itu.
Kemudian Athar mengangkat tangannya dan meletakkan telapak tangannya pada print kode pintu. Seketika itu pintu terbuka.
Dengan segera Asya memapah Athar masuk ke dalam kamarnya dan meletakkan Pangeran Athar di atas ranjang. Mengangkat kedua kakinya dan membantu melepaskan sepatu pria itu.
Asya hendak meninggalkan Athar dan berniat akan memanggil pihak hotel untuk membantu pria itu.
"air.. airr.." gumam Athar yang bisa di dengar Asya.
Karena tidak tega Asya mengambilkan air minum untuk Athar dan menolongnya meminum air.
Setelah dirasa selesai. Asya hendak bergegas pergi dari sana. Berada di ruangan bersama pria asing membuatnya tidak nyaman.
"saya permisi pergi Tuan" pamit Asya mulai melangkah.
Baru selangkah meninggalkan pria itu. Tiba tiba tangannya di tarik dan seketika itu tubuhnya di hempaskan ke ranjang besar itu.
"aaggkk" teriak Asya kaget.
Asya berusaha bangun lagi. Tapi tidak bisa karena pria itu menindihnya dan memegang erat kedua tangan Asya.
"tuan lepaskan. tolong lepaskan saya.." Pria itu mencium Asya dengan kasar.
Asya berontak berusaha menolak. Tapi pria itu tetap berusaha menciumnya dan menggigit mulut Asya agar terbuka.
Asya menangis sejadi jadinya. Ini adalah first kissnya dan Asya tidak kenal dengan pria itu.
Setelah lama bermain di bibir, Athar mulai turun mencium leher dan telinga Asya.
"Tuan saya mohon jangan lakukan ini. Tolong lepaskan saya" Asya berontak dan memohon.
Tapi tidak ada jawaban apapun. Pangeran Athar tetap menikmati cumbuannya.
Athar tidak bisa menahan hasrat dan panas yang terus menjalar di tubuhnya. Hasratnya sangat ingin tersalurkan dan wanita itu membuatnya tidak bisa berfikir lagi.
"TOLOOONG!! TOLONGGG!!" Teriak Asya berusaha meminta pertolongan.
"diamlah. Ruangan ini kedap suara" ucap Athar santai.
Tangan Athar sudah mulai bergerilya.
"Aaaggkkkk jangan! aku mohon jangan!!" teriak Asya saat pria itu merobek bajunya dan membuangnya ke segala arah. Menampilkan d**a yang terbungkus dengan bra hitam polos.
Masih dengan posisi mengapit Asya agar tidak lepas. Athar membuka kemejanya. Saat itu tangan Asya yang bebas berusaha memukul mukul badan kekar dan berotot pria itu. Tapi tidak lama Athar kembali memegang kedua tangan Asya dan kembali mencumbu Asya.
Athar memegang kedua tangan Asya ke atas dengan satu tangan kirinya. sedangkan tangan kanannya berusaha membuka kaitan bra Asya, menarik dan melemparnya hingga tak ada sehelai kain pun menutupi bagian atas tubuh wanita itu.
Athar bergejolak memandang d**a Asya yang terlihat padat dan kenyal itu. Tanpa basa basi Pangeran Athar menyesap dan memainkan lidahnya di ujung salah satunya.
"nghh.. hiks hiks"
Asya yang menangis tiba tiba merasakan gelejar aneh saat pria itu menyesap dadanya. Dan tanpa sadar mengeluarkan suara yang menjijikan menurut Asya.
Asya berusaha menahan agar suara suara itu tidak keluar. Tapi tetap ada sedikit yang lolos keluar karena dorongan rasa aneh yang menjalar di tubuhnya.
Mendengar lenguhan Asya. Athar semakin tak bisa menahan hasratnya yang memuncak. Dengan gerakan cepat Athar menarik rok yang dipakai Asya dan melepas penutup bagian terpenting Asya dengan kasar. Membuangnya ke segala arah. dan Pangeran Athar mulai membuka resleting celananya.
Asya yang melihat ada kesempatan saat Athar membuka celana segera mendorong kuat Athar yang lengah hingga terguling di samping ranjang.
Sedetik kemudian Asya berusaha berdiri dan hendak lari, tapi dengan gesit pula Athar menggapai dan menjatuhkannya lagi ke ranjang. Mengangkat kedua kaki Asya dan segera melakukan penyatuannya.
"aaaRrrgghh.. nggak jangan.. Aaarggkk" teriak Asya kesakitan saat milik Athar berusaha menerobos masuk milik Asya dengan paksa. Asya mencengkram kuat sprei menahan sakit dan perih yang seperti terkena pisau.
Ini adalah pertama kali untuknya. Asya menangis sejadi jadinya.
"s**t! kau masih perawan?" ucap Athar merasa kesusahan menembus gawang itu.
Efek obat benar benar membuat hasrat Pangeran Athar tak terbendung. Dia gelap mata karena hasrat yang membuncah kuat.
Athar melanjutkan aksinya hingga akhirnya bisa menjebol gawang hingga keluar cairan merah dari milik Asya.
Seketika itu otak Asya blank. Dia tidak bisa berpikir lagi. Dia sudah tidak perawan lagi. dan Asya sudah hancur luar dan dalam.
Asya bahkan sudah tidak melawan lagi. Dia hanya pasrah dengan apa yang akan dilakukan oleh Athar. Asya merasa pertahanannya sudah sia sia.
Mereka menyatu sempurna. Athar terus mendorong tubuhnya hingga pelepasan pertamanya terjadi.
"aaahhhh~ " desah Athar bersamaan dengan pelepasannya.
Terasa sakit dan lelah. Asya kira itu sudah berakhir. Tapi dugaannya salah.
Belum berakhir.
Pangeran Athar melanjutkan aksinya berulang ulang kali. Hingga Asya tak sadarkan diri karena kelelahan.
Setelah puas dan sudah melepas semua hasratnya. Athar melepas penyatuan mereka dan mencium kening Asya.
"terimakasih" ucap Athar pada Asya yang sudah terlelap.
Athar menggulingkan badannya ke samping Asya, menyelimuti tubuh polos mereka berdua dan ikut tidur disamping Asya karena lelah.