Sejak dari rumah sakit tiga hari yang lalu, Elena terus mengurung diri di kamarnya. Ia sudah tidak memiliki harapan lagi, terlebih Arga sekarang amnesia. Kemungkinan Arga akan melupakan Elena untuk selamanya. Reegan masuk ke dalam kamar Elena, menatap gadis itu terlihat lebih kurus dari sebelumnya. "Apakah kau akan selamanya seperti ini Elena." Elena melirik sesaat, ia kembali terdiam tanpa memperdulikan Reegan. "Aku harus mencari cara untuk pergi dari rumah sialan ini,' ucap Elena dalam hati. " Elena?!" Reegan mengangkat dagu Elena hingga wajahnya tengadah menatap wajahnya. "Aku bertanya padamu." "Aku minta sesuatu darimu," ucap Elena menatap Reegan. "Apa?" "Aku ingin pergi ke pusara sahabatku, boleh?" tanya Elena. Reegan menarik tangannya dari wajah Elena, ia berdiri tegap dengan

