teror

1454 Kata

Prasetyo menatap monitor didepannya.Ia mengerutkan dahi menatap sebuah foto gadis bertubuh mungil. Prasetyomengalihkan pandangannya memperhatikan sejumlah foto yang berantakan di atas meja. Lalu ia mengambil sebuah dokumen berwarna coklat lalu membukanya. "Elena" gumam Prasetyo pelan, ia menyandarkan tubuhnya dikursi mendengus kesal. "Bagaimana?" Yudha berdiri langsung mendekati Adelia berdiri di sampingnya, menatap foto satu persatu yang berserakan di atas meja. "Salavatucha dan Reegan Alvino." Organisasi terlarang dibawah perlindungan Reegan Alvino sudah cukup jelas keterkaitan mereka. Namun sampai detik ini pihak kepolisian belum bisa menangkapnya, mereka jelas licik dan licin. Untuk membuat sebuah riset rahasia mesin pembunuh masal, Reegan Alvino mendapat kucuran dana dari organisas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN