"Busett-busett, lo kerajinan apa emang doyan nugas?" Ara yang baru masuk ke dalam kelas itu langsung terheran-heran melihat Lessa berkutat serius dengan banyak buku di mejanya. "Perasaan hari ini kagak ada tugas deh," imbuh Ara lantas duduk di sebelah Lessa setelah membanting tasnya ke atas meja. Lessa tampak mengembuskan napas panjang. Menusuk-nusuk pelipisnya menggunakan ujung pensil. Sepagi ini keringatnya telah mengucur akibat otaknya dipaksa berpikir keras. "Ra, kamu tahu gak caranya nomor dua ini?" Lessa menyerahkan soal fisika milik Dika yang dia tidak bisa. Kepala Ara tampak manggut-manggut. Membaca soal itu dengan saksama. Wajahnya tampak meyakinkan, membuat Lessa menunggu dengan sabar. "Kagak ngerti, hehe." Ara nyengir kuda. Dibalas dengusan panjang dari Lessa. "Lo aja gak b

