43

1090 Kata

Pukul delapan aku dan keluargaku memutuskan untuk berpamitan kepada keluarga tante Ratna, salaman dan berjanji untuk berjumpa lagi minggu depan. "Terima kasih atas makan malamnya makanannya enak dan luar biasa," ujar Ayah pada Tante Ratna. "Ya makan malam kali ini lebih bermakna karena aku bisa melihat calon menantuku dan cucuku." Pecahlah tawa dan kebahagiaan di rumah keluarga itu. Mereka kembali saling merangkul dan bersalaman dengan penuh kebahagiaan sementara aku hanya bisa berdiri sambil tersenyum melihat pemandangan yang menyejukkan hati itu. "Kau lihatkan keluargaku sangat bahagia dengan kedatanganmu, apalagi adikku Elis sejak dia diberitahu bahwa aku akan punya calon istri, ia sangat bahagia sekali, sayangnya dia sedang berada di luar kota saat ini." "Apa yang dia lakukan di sa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN