44

1045 Kata

Dengan merangkum segenap nafas dan kekuatanku untuk masuk ke dalam butik, aku segara melangkahkan kaki dan mendorong pintu. Kuucapkan salam dan mengedarkan senyuman kepada semua orang yang kebetulan ada di dalam butik. Di kursi tunggu sudah duduk intan dan Mas Indra yang terlihat sudah tidak sabar lagi dan langsung berdiri begitu melihatku datang. " Ada yang bisa saya bantu nyonya?" "Gak usah beri salam dan pura-pura ramah demi formalitas, orang juga sudah tahu perangaimu. Aku datang kemari untuk minta ganti rugi gaunku." "Anda pikir dengan membawa suami anda akan mendapatkan ganti rugi?" "Ya, karena dengan begitulah kalian lebih mengerti omongan!" "Benar begitu, Pak?" Aku melirik pada mantan suamiku yang terlihat sangat mendukung istrinya. Secara tidak sengaja aku memasang ek

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN