Awan menunduk, tersenyum miring saat melihat ekspresi takut Satria walaupun hanya terlihat samar-samar. Dia sangat tahu jika Rindang bukan sembarang wanita, gadisnya itu tidak akan mau membuang-buang waktu untuk berdebat apalagi dengan seseorang yang setipe Satria, orang yang tidak akan mengaku kalah walaupun dirinya sendiri salah. "Lo emang bar-bar, gue enggak habis pikir kalau Awan malah suka sama lo daripada sama Permata yang anggun dan cantik itu. Mata Awan membulat, dia khawatir Rindang akan terpancing dengan ucapan provokasi yang diucapkan oleh Satria. Dia sudah siap untuk menarik Rindang saat kemudian gadis itu malah tertawa kecil dengan gelengan kepala. "Ya kalau pendapat lo tentang Permata memang sebaik itu, kenapa enggak lo aja yang deketin dia? Kenapa harus dorong Awan yang m

