Padahal semalam Rindang sudah mengirimkan pesan pada Awan agar dia berangkat menggunakan sepeda saja seperti biasanya, namun di pagi harinya pria itu malah sudah duduk dengan tenang sambil fokus pada layar ponselnya di teras depan rumahnya. "Udah siap?" tanya pria itu sambil menoleh kepadanya dengan senyum kecil. Rindang menghela napas, "Kan aku udah bilang kalau kamu enggak usah kesini. Kamu kan susah jadi harus muter dulu padahal bisa langsung berangkat ke kampus yang searah sama rumah kamu." "Ya konsepnya enggak begitu dong, Rin. Aku kan sekarang pacar kamu, aku punya kewajiban buat antar jemput kamu dengan selamat," kilah Awan. Pria itu terkekeh geli saat kemudian Rindang mendengus. "Enggak ada kewajiban begitu ya karena kita masih pacaran, itu mah bisa-bisanya kamu doang," bantah

