Rindang memejamkan matanya sesaat setelah dia mengambil duduk di salah satu bangun di dalam kelas. Dia menyesali respon yang dia tunjukan pada Awan, dia terlalu terkejut dengan kedatangan pria itu yang langsung memeluk dan menciumnya, sehingga yang Rindang ingat dari pria itu adalah kemarahan yang dia rasakan kemarin. Padahal semalam Mamanya sudah memberi nasihat, sudah memberinya pencerahan tentang apa yang seharusnya dia lakukan, tapi semuanya tidak terpikirkan sama sekali saat tadi bertemu dengan Awan. Helaan napasnya keluar, dia menoleh ke sisi pintu untuk mencari keberadaan pria itu yang entah kenapa belum masuk kelas juga. Namun kemudian dia terkejut saat mendapati Awan malah tidak ada disana, pria itu tidak masuk kelas dan malah pergi. Awan bolos lagi. Dengan mengerang kesal, Rind

