Ada yang kosong. Di saat biasanya dia punya kesibukan untuk menjemput Rindang di pagi hari, kali ini Awan jadi kebingungan karena dia bangun terlalu pagi sedangkan kelasnya dimulai jam sembilan. Dia tadi sudah berolahraga, berkeliling komplek sambil berlari, lalu mandi dan berpakaian rapi tapi setelahnya dia malah duduk bengong sambil menatap layar ponselnya berulang kali. Dia tergerak untuk menghubungi Rindang, menanyakan apakah gadis itu bersedia dijemput olehnya? Namun dia sadar betul jika kini dia mendekat maka yang ada Rindang akan semakin terganggu dan malah menjauh. Padahal Awan sudah sangat merindukannya, dia ingin menyapa kekasihnya itu seperti biasa. Dia menghela napas, menunduk untuk mengenakan sepatu yang sejak tadi dia abaikan di bawah sana. Jika bisa dia ingin tidak masuk

