Khusus part ini pakai sudut pandang orang ketiga alias POV 3. "Nih!" "Apaan?" Adam memandang heran berkas yang diberikan Bisma. Namun meski begitu, ia tetap mengambilnya. "Hapalin!" Adam seketika berdecak, meletakkan kembali kertas-kertas itu di meja. "Serius, Bis, kita masih pake cara ginian? Norak tau." "Yah buat jaga-jaga, biar pas ditanya-tanya, lo nggak ngawur jawabnya. Udah hapalin aja, disuruh Bos tuh." Adam mengedikan bahu malas, tanpa berminat mengambil kembali kertas itu. Padahal dia sudah artis senior, sudah berpengalaman di depan kamera dan mic. Masa masih harus dikasih lembar jawaban begini sih untuk konferensi pers nanti. Lagipula ia bukan lagi seorang newbie yang belum bisa membedakan mana yang harus dipublik dan diprivasi. Dan juga, ini terkait masalah pribadinya, ja

