Bab 16 Bunda Wanita yang memiliki wajah serupa Abi, langsung berlari memeluk Tari. “Kamu makin cantik aja.” “Mbak Kinan juga tambah cantik, ke sini sama siapa, Mbak?” “Diantar sopir, bapaknya anak-anak ngajak ke sini pas weekend tapi aku keburu enggak sabar.” “Jadi anak-anak enggak ikut?” “Enggaklah besok mereka sekolah, ini aja besok pagi aku harus pulang. Eh malam ini tidur sama, Mbak, ya.” “Mbak!” protes Abi. “Mbak Cuma pinjem istrimu semalam aja, enggak usah drama deh. Ayo, Tari!” “Mbak ke kamar tamu duluan aja, Tari ada perlu bentar sama Mas Abi.” “Oke, jangan lama-lama, banyak hal yang pengen aku ceritakan sama kamu.” Memandang sang suami yang menampilkan ekspresi kesal, Tari mencoba mengumpulkan keberanian sebelum kemudian memeluk suaminya. Tubuh yang dipeluknya membeku be

