Bab 19 Panggilan dari Icha “Kamu enggak kerja, Mas?” Tari memperhatikan suaminya yang sedari tadi asyik menonton televisi di ruang tengah. “Enggak, udah ada yang ngawasin juga.” “Meskipun begitu, seharusnya Mas Abi tetep nengok keadaan bengkel sama resto.” “Denger, ya, Batari. Tujuan aku buka usaha itu biar banyak waktu di rumah. Kalau aku masih harus ngawasi mereka, sama aja kayak aku kerja kantoran.” Keras kepala seperti biasa, batin Tari. Biar banyak waktu di rumah katanya? Dia berusaha untuk tidak memutar bola matanya mendengar kalimat sang suami. Padahal menurut cerita Lastri, Abi selalu pulang larut meskipun sudah tidak bekerja di kantor. “Nanti Ica pulang jam sepuluh.” Abi menoleh kepada istrinya. “Kenapa?” “Gurunya ada rapat.” “Ngomong-ngomong, Lastri ke mana?” Kepala Abi

