Bab 20 Hanya Kita “Aditya kenapa?” Seorang perempuan paruh baya mengambil alih Aditya dari Ajeng. Mengusap-usap punggung anak itu, agar tenang. Lalu matanya membulat melihat mantan menantunya berdiri di tempat yang sama. “Kenapa?” Suara dingin itu terdengar menakutkan di telinga Ajeng. “Mereka mau mencelakakan anak kita!” “Anda jangan mengada-ada, ya! Kalau bukan karena istri saya, anak Anda pasti sudah ditabrak oleh motor itu!” sergah Abi seraya menunjuk motor yang tergeletak di pinggir jalan. “Anda jangan—“ “Jangan apa? Jangan karena takut keteledoran Anda dalam menjaga anak terbongkar. Anda jadi mencari kambing hitam dengan menyalahkan istri saya.” “Apa maksud Anda?” sentak Ajeng tidak terima. Belum sempat membalas kalimat itu, fokus Abi terpecah melihat kedatangan Lastri. Kemud

