Bab 33 Ungkapan Sayang “Udah, Mas?” tanya Tari saat suaminya yang baru saja menaruh tas, karena hari ini dia sudah diperbolehkan pulang. Setelah menginap satu malam di rumah sakit. “Udah.” Abi menatap lekat istrinya. “Jadi? Masih belum mau bercerita kenapa kamu terjatuh?” Tari mengedikkan bahu. “Aku yakin pasti ada hubungannya dengan tetangga depan itu. Apa perlu aku menanyakan pada mereka?” “Jangan!” Tari menghela napas panjang. “Aku akan cerita, tapi tolong jangan terpancing amarah.” “Ngga janji.” “Mas!” “Oke, jadi?” “Ajeng yang mendorongku,” ujar Tari lirih berharap suaminya tidak mendengar. Namun, tentu saja dia salah. Kini suaminya sudah mengepalkan tangan seraya menatapnya tajam. “Berani sekali wanita itu!” “Tenang, Mas. Yang penting aku baik-baik saja. Lagi pula, kamu eng

