Liu Wei menahan napasnya sesaat dengan jantung berdegup cepat. Ia menarik tangannya dari tangan Kaisar, tapi kesulitan. Tatapan tajam dan dingin milik Kaisar membuatnya semakin gemetar. “Ya-yang Mulia,” bisik Liu Wei dengan bibir yang juga gemetar dan suara tercekat. Kaisar Zhao melangkah semakin mendekat, dengan langkah pelan yang menggema. Pintu di tutup dan hanya ada mereka berdua di dalam ruang pemandian Kaisar. Sebelah tangan Kaisar terulur, meraih rahang Liu Wei dan mengusapnya kemudian mendongakkannya. Wajah Liu Wei mendongak hingga tatapan mereka bertaut, antara tatapan yang tajam bagai mata elang dengan tatapan Liu Wei yang mengerjap pelan. Bibir Liu Wei hendak terbuka dan mengucapkan sesuatu, tapi tak ada sepatah kata pun yang keluar. Kaisar pun mencengkeram rahang Liu Wei h

