Bab 17. Kali Ini Saja

1099 Kata

Udara pagi masih basah oleh sisa-sisa hujan semalam. Kabut tipis menggantung di sela pepohonan, dan matahari pun enggan menampakkan dirinya. Katherine berbaring di sofa, tubuhnya gemetar hebat. Wajahnya pucat, dan nafasnya terdengar berat. Rasanya tidak ingin keluar dari selimutnya yang hangat. Dia ingin tidur lagi tapi dia harus pergi ke rumah Paul. Ruangan begitu dingin, menjalar hingga menusuk tulangnya. Peluh dingin mengalir di pelipis, bukan karena panas, tapi karena tubuhnya yang mulai menggigil tak karuan. Sebentar lagi, dia ingin tidur sebentar lagi tapi suara batuk ayahnya membuat Katherine harus beranjak. Begitu selimut disingkirkan, rasa dingin luar biasa menusuk sampai ke tulang-tulangnya. "Dad, apa kau baik-baik saja?" Katherine melangkah menghampiri ayahnya dengan te

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN