Erika tidak bisa menahan senyumnya saat sambungan telfonnya dan Julian terputus. Ia bahkan tidak hanya tersenyum namun juga terkekeh geli. Bisa ia bayangkan bagaimana wajah frustasi Julian yang merindukannya. Sejujurnya tadi Erika ingin sekali merengek pada Julian dan mengatakan bahwa ia benar-benar merindukan Julian saat ini. Tapi ia ingin tahu, bagaiman Julian tanpanya. Erika pikir Julian akan merasa biasa saja, tapi diluar dugaannya, pria itu ternyata benar-benar sangat merindukannya. Tiba-tiba Erika terpikir sesuatu hal yang cukup gila. Tapi menurutnya tidak ada salahnya, lagi pula ia tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Ia bisa melakukannya hanya untuk sekedar melepas rindu. Erika langsung mencari kontak Arin di dalam ponselnya dan langsung menelfonnya. "Halo. Arin, carikan aku tike

