"Apakah kau harus menculikku sejauh ini? kau bahkan membawaku ke Malta." Erika masih terlihat tidak percaya, entah apa yang ada dalam pikiran Julian hingga membawanya ke negara kepulauan yang berada di bagian Eropa Selatan ini. Bukankah sangat jauh dari Korea? Mereka bahkan menaiki pesawat selama belasan jam untuk sampai ke tempat ini. "Bukankah menyenangkan aku culik sejauh ini?" Julian yang sedari tadi menatap pemandangan kota Valetta dari jendela mobil yang sedang membawa mereka dari bandara menuju hotel menoleh pada Erika yang tidak henti-hentinya mengoceh. Julian tersenyum manis, tapi Erika malah mencibir. Bukan senyum manis Julian yang sebenarnya Erika harapkan saat ini tapi penjelasannya. "Untuk apa kita disini Julian?" kini nadanya terdengar seperti rengekkan karena tidak kunjun

