Julian membaringkan tubuh Erika di atas ranjang empuk nan besar di dalam kamar Erika. Ia yang tadinya tertidur selama perjalan sepertinya terlihat terusik saat Julian menurunkannya dari gendongannya agar gadis itu bisa tidur di ranjangnya. "Kau ini malah merepotkan dirimu saja. Apa ini cara anak muda bersenang-senang dengan minum hingga mabuk dan kesulitan untuk pulang sendiri? Kau bahkan tidak muda lagi, kau sudah dewasa." Sembari membuka sepatu milik Erika agar ia tidur dengan lebih nyaman, Julian terus saja mengomel. Baginya yang dilakukan Erika tidak ada manfaatnya sama sekali. Lebih baik ia menghabiskan waktu malamnya dengan beristirahat. Sebeb ini bukan kali pertama ia mendengar gadis itu mabuk. "Kenapa kau cerewet sekali? Lagi pula aku tidak memintamu menjemputku," meskipun matany

