Erika memasuki ruangan kerjanya di mansion yang biasa ia pakai untuk meracik parfum. Ia masih belum merasa mengantuk, jadi gadis cantik itu memutuskan untuk ke ruang kerjanya saja. Mungkin akan ada hal yang bisa ia lakukan. Sesampainya di ruangan, seperti biasa, aroma dari beberapa ekstrak parfum langsung menyeruak indra penciumannya. Meskipun begitu wanginya selalu saja enak. Erika berjalan ke rak-rak dimana koleksi parfum buatannya berada. Ia melihat ada rak-rak itu sudah hampir terisi penuh. Sepertinya ia harus menambah rak lagi. Pandangan Erika jatuh pada sebuah kotak di meja kerjanya. Kotak berwarna biru itu merupakan kotak parfum yang Erika siapkan khusus untuk sepupunya Arin. Besok Arin berulang tahun, jadi Erika memberikannya parfum khusus yang ia racik hanya untuk Arin. Tentu sa

