"Jadi kau tidak mau bekerja?" Erika mengangguk cepat. Arin menghela nafas panjang. Jika sudah begini ia tidak mungkin bisa memaksa Erika. "Kau ingin libur berapa lama?" "Seminggu." "Apa kau bercanda? itu terlalu lama." "Aku sedang dalam keadaan berduka, apa kau masih ingin menyuruhku bekerja?" Arin mendengus kesal. Sedang patah hati apakah juga dikategorikan dalam berduka? Erika aneh-aneh saja. "Baiklah, tapi jangan lupakan makanmu. Kata pelayanmu kau belum makan seharian ini dan hanya mengurung diri di kamar." "Aku tidak ingin makan," balas Erika. Ia duduk meringkuk memeluk lututnya di atas sofa kecilnya yang menghadap ke jendela di dekat balkon. Entah sudah berapa lama ia duduk disini hari ini. "Kau bisa mati jika begitu." "Biar saja. Jika aku mati Julian akan menyesal karena tel

