*** Pagi-pagi sekali Sera terbangun karena indra penciumannya tergoda oleh harumnya nasi goreng buatan Zion. Perempuan itu buru-buru keluar kamar tanpa mencuci muka terlebih dahulu. Matanya membola begitu dugaannya benar. Zion Antranjaga sedang mendominasi dapurnya. Tak perlu diragukan lagi, sebagai pemilik restoran Zion paling tahu bagaimana cara menguasai dapur. Lelaki itu juga pandai dalam memasak makanan. Sera mendekat. Ia benar-benar lupa belum mencuci muka. “Ngapain lo masak di dapur gue?” tanyanya dengan nada yang tak juga terdengar mengenakan di telinga Zion. “Sudah bangun?” Tanpa menjawab pertanyaan Sera, Zion justru mengudarakan tanyanya sendiri sambil mengangkat salah satu alisnya. Sera mendecakan lidah. Ia melotot sambil sesekali melirik nasi goreng yang masih di atas

