WF | Bab Dua Puluh Empat

1773 Kata

*** Fajri sudah menunggu kedatangan Sera sejak setengah jam yang lalu. Sejak bertemu lagi dengan Sera beberapa hari yang lalu, Fajri merasa ia harus bergerak cepat jika tak ingin Sera dimiliki oleh lelaki lain terutama Zion. Namun, seperti dugaannya, Sera tidak akan menyambut kedatangannya dengan senyuman bahagia, melainkan dengan wajah yang cemberut dan tidak terima. Meski demikian Fajri masih memberikan senyum terbaiknya. “Ra, selamat pagi,” sapanya. Dengusan terdengar dari Sera sebagai sahutan. Fajri memaklumi setelah apa yang dirinya lakukan pada masa lalu mereka. “Aku bawain kamu sarapan,” katanya tanpa peduli sikap Sera yang terlihat jelas enggan menerima kehadirannya. Seta melirik bekal yang dibawa Fajri. Hanya sekilas sebelum ia kembali menatap tajam lelaki itu. “Gue suda

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN