Okta sudah pergi dari ruangan ini meninggalkan Kaila sendirian dengan Jagad. Pria itu memandangi wanita yang berada di hadapannya dengan teliti. “Gini kehidupan kamu sekarang setelah kabur dari kontrak kita?” Tanya Jagad sinis. “Lumayan juga masih bisa bertahan.” Kaila terkejut dengan untaian kalimat yang keluar dari mulut pria itu. Jagad yang dulu ia kenal tidak pernah berkata kasar seperti saat ini. untuk menghindari perdebatan dengan pria itu yang saat ini menjadi atasannya, Kaila berkata, “Maaf pak, kalau ada yang bisa saya kerjakan akan saya mulai sekarang juga.” “Atau jangan-jangan di belakang aku selama ini kamu punya cadangan. Siapa yang udah bayar kamu setelah kontrak kita selesai?” Mata Kaila membulat. Sekuat tenaga ia menahan mulutnya untuk tidak berteriak pada pria di depan

