Rutinitas baru Kaila dimulai. Sejak pagi ia sudah menyiapkan setangkup sandwich sederhana untuk ia nikmati sebagai sarapan dan sekotak s**u yang ia beli di minimarket sebelum pergi ke kantor. Saat ia duduk di mejanya, pintu ruangan Jagad masih terbuka. Sepertinya pria itu belum datang, Kaila mengembuskan napas dan mulai memakan sarapannya dengan tenang sebelum jam kantor dimulai. Yang mana hanya sepuluh menit lagi. Kaila mengunyah sandwichnya yang tinggal separuh. Tiba – tiba Jagad datang dan langsung menghampiri mejanya. “Kamu ikut briefing pagi denganku.” Pria itu melihat jam mewah yang melingkar di tangannya. “empat menit lagi.” Tambahnya. Lalu pria itu masuk ke dalam ruangan. Empat menit berarti pukul Sembilan tepat. Kaila cepat – cepat menelan sisa makanannya dan meminum s**u kota

